Otoreview.com – Membeli mobil bekas memang bisa jadi solusi hemat buat Sobat Oto yang ingin punya kendaraan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Tapi, hati-hati ya! Banyak mobil bekas di luar sana yang pernah mengalami kecelakaan serius. Meskipun sudah diperbaiki, ada beberapa jejak yang tidak bisa sepenuhnya hilang. Nah, kali ini Kang Oto akan kasih tahu cara mendeteksi apakah mobil yang mau kamu beli itu pernah tertabrak atau tidak.
Kang Oto bakal bahas ini secara santai tapi tetap detail, biar Sobat Oto nggak cuma dapat informasi, tapi juga paham betul bagaimana cara melakukannya sendiri. Yuk, kita mulai!
Kenapa Harus Periksa Riwayat Kecelakaan? Ini Alasannya!
Sebelum masuk ke teknis inspeksi, Sobat Oto harus tahu kenapa penting banget ngecek riwayat kecelakaan sebuah mobil. Kalau mobil pernah mengalami tabrakan besar, biasanya ada beberapa risiko yang harus kamu waspadai. Pertama, kerusakan struktural. Kerusakan ini bisa bikin mobil jadi kurang aman saat dikendarai.
Selain itu, ada juga masalah mekanis laten. Apa sih maksudnya? Jadi, meskipun mobil sudah diperbaiki, ada beberapa komponen yang mungkin masih menyimpan masalah dan bisa muncul di kemudian hari. Terakhir, nilai jual kembali mobil yang pernah kecelakaan pasti lebih rendah dibanding mobil yang benar-benar bersih dari sejarah buruk.
Jadi, kalau kamu mau beli mobil bekas, pastikan kamu melakukan inspeksi menyeluruh. Ini adalah investasi yang sangat penting, Sobat Oto!
Cara Cek Mobil Pernah Tertabrak Atau Tidak
Oh iya, Sobat Oto mungkin pernah dengar istilah “bekas laka”. Apa artinya? Istilah ini merujuk pada mobil yang pernah mengalami kecelakaan, baik ringan maupun berat. Nah, kalau mobil pernah mengalami kecelakaan berat, biasanya ada kerusakan signifikan pada bagian seperti bulkhead .
Bulkhead adalah bagian struktural di bawah kap mesin yang berfungsi sebagai penahan benturan agar tidak langsung mengenai ruang penumpang. Kalau bulkhead rusak, ini bisa jadi indikasi bahwa mobil pernah mengalami tabrakan serius.
Cek Dokumen dan Riwayat Kendaraan
Langkah pertama yang harus Sobat Oto lakukan adalah memeriksa dokumen resmi dan riwayat kendaraan. Ini adalah langkah dasar tapi sering diabaikan banyak orang.
- Pertama, cari tahu apakah ada laporan histori kendaraan. Di beberapa negara, layanan seperti CARFAX atau AutoCheck bisa memberikan informasi lengkap tentang riwayat mobil, termasuk apakah pernah terlibat kecelakaan, klaim asuransi, atau perbaikan besar. Kalau Sobat Oto tinggal di Indonesia, coba minta surat-surat resmi dari penjual atau hubungi bengkel resmi untuk memastikan kondisi mobil.
- Kedua, pastikan penjual memberikan informasi lengkap tentang kondisi mobil. Jangan ragu untuk bertanya apakah mobil pernah mengalami kecelakaan. Penjual yang jujur pasti akan memberikan jawaban yang transparan.
Nah, bicara soal kondisi mobil, Sobat Oto mungkin bertanya-tanya, berapa kilometer yang ideal untuk mobil bekas? Sebenarnya, tidak ada angka pasti karena kondisi mobil dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti perawatan dan cara pemakaian. Namun, secara umum, mobil dengan odometer di bawah 100.000 km masih dianggap cukup bagus untuk mobil bekas.
Lalu, apa artinya jika mobil dikatakan “capek”? Biasanya, mobil dikatakan capek kalau odometer sudah menunjukkan angka di atas 200.000 km. Di titik ini, mesin dan komponen lainnya mungkin sudah mengalami keausan signifikan, dan butuh perawatan ekstra.
Inspeksi Eksterior Mulai dari Cat Hingga Lampu
Setelah dokumen oke, lanjut ke inspeksi fisik. Bagian eksterior adalah area pertama yang harus Sobat Oto periksa. Kenapa? Karena jejak kecelakaan sering kali terlihat di sini.
Cat dan Body Panel
Kalau Sobat Oto lihat warna cat di seluruh bodi mobil tidak sama, misalnya ada bagian yang lebih terang atau lebih gelap, ini bisa jadi indikasi bahwa panel tersebut pernah diganti atau dicat ulang.
Perhatikan juga garis-garis antar panel, seperti antara pintu dan fender. Kalau garisnya tidak rata atau ada celah yang tidak konsisten, ini bisa menandakan kerusakan akibat tabrakan.
Kecacatan seperti tidak cukup jika hanya dilakukan coating atau waxing pada mobil nya, akan tetap terlihat.
Kaca Depan dan Lampu
Periksa kaca depan dengan teliti. Kalau ada retakan atau gelembung, ini bisa jadi tanda bahwa kaca pernah diganti akibat kecelakaan. Begitu juga dengan lampu depan dan belakang. Kalau ada perbedaan merek atau model, kemungkinan lampu tersebut pernah diganti setelah kecelakaan.
Oh iya, Sobat Oto mungkin pernah dengar istilah “tabrak lari”. Apa artinya? Tabrak lari adalah kecelakaan di mana pengemudi mobil yang menyebabkan tabrakan langsung kabur tanpa bertanggung jawab. Biasanya, mobil korban tabrak lari akan mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama di bagian eksterior. Jadi, kalau kamu menemukan mobil bekas dengan harga murah tapi kondisi eksterior terlihat mencurigakan, bisa jadi mobil itu pernah menjadi korban tabrak lari.
Masuk ke Interior Dashboard, Sabuk Pengaman, hingga Pedal Gas
Bagian interior juga bisa memberikan petunjuk tentang riwayat kecelakaan. Yuk, kita cek satu per satu.
Dashboard dan Konsol
Amati dashboard dengan seksama. Kalau ada retakan atau goresan, ini bisa menjadi tanda bahwa airbag pernah terbuka akibat benturan keras. Airbag yang pernah keluar biasanya berarti mobil pernah mengalami tabrakan cukup parah.
Sabuk Pengaman
Tarik sabuk pengaman dan periksa kondisinya. Kalau ada noda darah, sobekan, atau tanda-tanda bahwa sabuk pernah digunakan dalam situasi darurat, ini bisa jadi indikasi kuat bahwa mobil pernah terlibat kecelakaan.
Pedal Gas dan Rem
Terakhir, perhatikan pedal gas dan rem. Kalau pedal terlihat aus berlebihan, ini bisa menjadi indikasi bahwa mobil pernah digunakan dalam kecelakaan dengan dampak signifikan.
Angkat Mobil dan Cek Bagian Bawah Chassis dan Suspensi
Bagian bawah mobil sering kali menyimpan jejak kecelakaan yang sulit disembunyikan. Jadi, Sobat Oto wajib melakukan pemeriksaan di sini.
Chassis dan Frame
Angkat mobil menggunakan dongkrak dan periksa chassis atau frame. Kalau ada tanda-tanda las atau bengkok, ini bisa menjadi indikasi bahwa mobil pernah mengalami kerusakan struktural akibat tabrakan.
Suspensi dan Sistem Kemudi
Periksa suspensi dan sistem kemudi. Kalau ada suara berderit atau getaran saat mobil dikendarai, ini bisa menjadi tanda bahwa komponen tersebut pernah rusak akibat kecelakaan.
Kalau Sobat Oto menemukan kerusakan serius pada mesin, mungkin kamu bertanya-tanya, apakah mobil turun mesin bisa kembali normal? Jawabannya adalah ya, asalkan proses turun mesin dilakukan oleh mekanik profesional dan menggunakan suku cadang berkualitas. Namun, biaya turun mesin biasanya cukup mahal, jadi pastikan kamu mempertimbangkan hal ini sebelum membeli mobil bekas.
Tes Drive Rasakan Performa Mobil Secara Langsung
Melakukan tes drive adalah langkah penting untuk mendeteksi masalah yang tidak terlihat. Saat tes drive, rasakan performa mobil secara keseluruhan.
Stabilitas Kendaraan
Rasakan apakah mobil stabil saat dikendarai. Kalau mobil terasa “miring” atau sulit dikendalikan, ini bisa menjadi indikasi kerusakan pada suspensi atau frame.
Rem dan Akselerasi
Periksa respons rem dan akselerasi. Kalau ada delay atau ketidakstabilan, ini bisa menjadi tanda kerusakan pada sistem pengereman atau transmisi akibat kecelakaan yang biasanya karena rem blong.
Oh iya, Sobat Oto mungkin penasaran, berapa kilometer normal mobil per tahun? Rata-rata, mobil menempuh sekitar 15.000–20.000 km per tahun. Jadi, kalau kamu melihat mobil bekas dengan odometer 60.000 km tapi usianya baru 2 tahun, ini bisa jadi tanda bahwa mobil tersebut digunakan secara intensif, misalnya untuk taksi online atau rental.
Gunakan Alat Deteksi Profesional
Kalau Sobat Oto masih ragu, pertimbangkan untuk membawa mobil ke bengkel profesional atau menggunakan alat deteksi seperti paint meter dan scanner OBD-II. Alat-alat ini bisa membantu Sobat Oto mendeteksi jejak kecelakaan yang tidak terlihat oleh mata telanjang.
Apakah Masih Bisa Diketahui Jika Kerusakan Sudah Diperbaiki?
Meskipun kerusakan akibat tabrakan sudah diperbaiki, ada beberapa hal yang sulit disembunyikan. Misalnya, jejak las atau bengkok pada frame. Selain itu, perbedaan komponen juga bisa menjadi indikasi kuat. Komponen OEM biasanya memiliki kualitas lebih baik dibandingkan suku cadang aftermarket.
Penutup
Itulah tips dari Kang Oto buat Sobat Oto yang mau beli mobil bekas tanpa takut kena jebakan mobil pernah tertabrak. Ingat, keamanan dan kenyamanan kamu di jalan adalah prioritas utama. Jadi, jangan malas melakukan inspeksi menyeluruh ya!