Oto Review – Hai Sobat Oto! Pernahkah saat sedang asyik berkendara, tiba-tiba mendengar bunyi berdecit dari mobil kesayangan? Kalau bunyinya muncul setelah melewati jalan tergenang air, mungkin Sobat Oto menganggapnya hal biasa. Tapi tunggu dulu, kalau bunyi berdecit ini tetap ada bahkan di jalanan kering, itu tanda-tanda ada yang tidak beres.
Bunyi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa menjadi sinyal adanya masalah pada komponen mobil yang, kalau dibiarkan, dapat memengaruhi performa kendaraan. Maka dari itu, Kang Oto akan kasih tahu nih penyebab bunyi berdecit ini dan bagaimana cara mengatasinya. Yuk, kita bahas lebih lengkap bersama Oto Review!
Penyebab Munculnya Bunyi Berdecit pada Mobil

Bunyi berdecit sering kali berasal dari komponen sabuk atau belt yang aus, kering, atau rusak. Sabuk ini punya peran penting dalam sistem kerja mesin mobil. Jadi kalau ada masalah, pasti akan langsung terasa dampaknya. Nah, ini dia beberapa penyebab utamanya:
1. Fan Belt yang Kotor atau Kering
Fan belt yang terkena kotoran seperti debu, lumpur, atau air bisa menyebabkan permukaan pulley menjadi kering. Kondisi ini sering disebut dengan istilah belt dressing. Akibatnya, perputaran pulley jadi tidak mulus dan muncullah bunyi berdecit.
Biasanya, hal ini lebih sering terjadi pada mobil-mobil keluaran lama yang masih mengandalkan sistem mekanis. Berbeda dengan mobil modern yang sudah dilengkapi tensioner otomatis untuk menjaga ketegangan sabuk tetap optimal.
2. Fan Belt Kurang Kencang
Sobat Oto tahu tidak? Fan belt yang terlalu longgar juga bisa jadi biang keladi bunyi berdecit. Hal ini terutama terjadi saat mesin mobil menyala bersamaan dengan pendingin udara (AC). Ketika fan belt tidak cukup kencang untuk menahan beban kerja tambahan, bunyi berdecit yang mengganggu pun muncul.
3. Sabuk dengan Kualitas Buruk
Kalau Sobat Oto menggunakan sabuk pengganti yang kualitasnya rendah atau tidak original, potensi munculnya bunyi berdecit jadi lebih besar. Sabuk semacam ini biasanya terbuat dari bahan yang kurang tahan lama dan bentuknya kurang presisi. Jadi, Kang Oto selalu sarankan gunakan komponen original, ya!
4. Bearing yang Sudah Aus
Laher atau bearing yang aus juga bisa menimbulkan bunyi berdecit. Biasanya, ini terjadi karena pelumas pada bearing mulai mengering. Akibatnya, beberapa bagian menjadi berkarat dan menghasilkan suara tidak enak saat mesin bekerja.
5. Kampas Rem yang Kotor atau Tipis
Kalau bunyi berdecit berasal dari roda, besar kemungkinan kampas rem Sobat Oto kotor. Rem cakram mobil punya desain terbuka yang memungkinkan debu atau kotoran menempel pada kampas rem. Saat ada gesekan antara kotoran dengan cakram rem, muncullah bunyi tersebut.
Kalau kampas rem sudah menipis, cakram bisa bergesekan langsung dengan besi, menghasilkan bunyi yang lebih keras dan berpotensi merusak cakram.
6. Sudut Roda yang Tidak Seimbang
Sudut roda seperti caster, camber, dan toe-in/toe-out yang tidak seimbang juga bisa menyebabkan ban bergesekan dengan aspal secara tidak normal. Kondisi ini terutama terasa saat mobil berbelok dan sering kali memunculkan bunyi berdecit.
7. Fan Belt yang Sudah Usang
Fan belt yang sudah lama digunakan akan mengalami keausan, menjadi kaku, dan getas. Kalau dibiarkan, fan belt tidak akan mampu memutar pulley mesin dengan baik, sehingga menghasilkan bunyi berdecit. Jadi, selalu cek usia pakai fan belt, ya!
8. Sistem Suspensi yang Kehilangan Pelumas
Bunyi berdecit juga bisa berasal dari sistem suspensi. Kalau pelumas pada bagian suspensi seperti peredam kejut, pegas, atau sambungan bola sudah habis, bunyi ini bisa muncul. Kalau dibiarkan terlalu lama, Sobat Oto mungkin harus mengganti komponen-komponen tersebut.
Cara Mengatasi Bunyi Berdecit pada Mobil

Setelah tahu apa saja penyebabnya, sekarang saatnya Sobat Oto belajar cara mengatasinya. Kalau masalahnya ringan, Sobat Oto bisa coba beberapa langkah berikut. Tapi kalau bunyinya tetap ada, jangan ragu untuk konsultasi ke bengkel terdekat, ya!
1. Siram dengan Air Sabun
Ini solusi darurat yang bisa Sobat Oto lakukan. Campurkan air dan sabun dalam botol spray, lalu semprotkan ke bagian fan belt. Cara ini dapat mengurangi bunyi untuk sementara waktu. Tapi ingat, ini bukan solusi jangka panjang.
2. Gunakan Oli Mesin sebagai Pelumas
Oleskan sedikit oli mesin pada bagian fan belt. Tapi, pastikan tidak berlebihan karena oli yang terlalu banyak justru bisa membuat fan belt selip.
3. Pakai Grease atau Gemuk Pelumas
Alternatif lain adalah menggunakan grease. Cukup oleskan secukupnya pada fan belt agar bunyi berdecit hilang. Tapi, sama seperti oli, jangan sampai berlebihan, ya!
4. Semprot dengan Cairan Pembersih Khusus
Sobat Oto bisa membeli cairan pembersih khusus fan belt di toko aksesoris otomotif. Cairan ini membantu membersihkan kotoran sekaligus menjaga elastisitas fan belt, sehingga bunyi berdecit dapat berkurang.
5. Periksa dan Ganti Komponen yang Bermasalah
Kalau bunyi masih tidak hilang, mungkin ada komponen yang perlu diganti, seperti fan belt, pulley, atau bearing. Pastikan memilih produk original agar hasilnya lebih tahan lama dan sesuai standar pabrik.
6. Lakukan Balancing dan Spooring Roda
Kalau bunyi berasal dari roda, Sobat Oto bisa membawa mobil ke bengkel untuk melakukan balancing dan spooring. Langkah ini akan mengembalikan posisi sudut roda ke kondisi ideal.
7. Lumasi Suspensi yang Kering
Kalau bunyi berasal dari suspensi, Sobat Oto bisa mencoba melumasi ulang bagian yang kering. Jika ternyata pelumasnya sudah habis, segera ganti komponen yang bermasalah untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Tips Mencegah Bunyi Berdecit pada Mobil
Daripada repot mengatasi masalah, lebih baik kita cegah, kan? Berikut Kang Oto jabarkan setiap langkahnya supaya Sobat Oto makin paham:
Rutin Membersihkan Komponen Mesin
Membersihkan komponen mesin secara rutin adalah kunci utama mencegah bunyi berdecit. Pastikan fan belt, pulley, dan area sekitar mesin bebas dari debu atau kotoran yang menempel. Debu yang dibiarkan terlalu lama bisa menumpuk dan mempercepat kerusakan komponen.
Gunakan Komponen Berkualitas
Selalu gunakan suku cadang yang berkualitas, terutama komponen-komponen penting seperti fan belt dan kampas rem. Produk original biasanya memiliki bahan yang lebih tahan lama dan desain yang presisi, sehingga risiko bunyi berdecit pun bisa diminimalkan.
Lakukan Servis Berkala
Sobat Oto, jangan lupa lakukan servis rutin di bengkel terpercaya. Saat servis, pastikan teknisi memeriksa kondisi sabuk, bearing, dan komponen lainnya. Servis berkala ini sangat penting untuk memastikan semua komponen dalam kondisi optimal.
Hindari Genangan Air
Jangan biasakan menerjang genangan air saat berkendara. Air dan kotoran dari genangan bisa masuk ke bagian-bagian sensitif mobil, seperti fan belt dan kampas rem. Hal ini tidak hanya memicu bunyi berdecit, tapi juga mempercepat kerusakan komponen.
Periksa Ketebalan Kampas Rem Secara Berkala
Kampas rem yang terlalu tipis bisa menjadi penyebab utama bunyi berdecit. Pastikan ketebalan kampas rem selalu ideal. Jika sudah terlalu tipis, segera ganti dengan kampas rem yang baru agar sistem pengereman tetap bekerja optimal dan bebas bunyi.
Kesimpulan
Sobat Oto, bunyi berdecit pada mobil memang bisa bikin panik, tapi kalau tahu penyebab dan cara mengatasinya, masalah ini tidak akan jadi momok. Yang penting, selalu rawat mobil dengan baik dan rutin melakukan servis agar performanya tetap prima.
Kalau masih ada pertanyaan seputar masalah ini, jangan ragu untuk bertanya ke Kang Oto melalui Otoreview.com. Kami selalu siap memberikan informasi otomotif terbaik untuk Sobat Oto. Sampai jumpa di artikel berikutnya, ya!